Semua orang cuma foto terus pergi? Aku mau mendaki Ilchulbong sampai puncak!
Seongsan Ilchulbong disebut-sebut sebagai salah satu spot matahari terbit paling ikonik di Jeju. Berdiri tepat di atas pantai di Seongsan-eup, Seogwipo, puncak ini dikenal sebagai tempat di mana pengunjung terus berdatangan sejak sebelum fajar hanya untuk menangkap momen matahari terbit — sesuai dengan namanya, yang secara harfiah berarti 'puncak matahari terbit'. Dikatakan bahwa hampir tidak ada rencana perjalanan Jeju yang melewatkan Seongsan Ilchulbong, dan bahwa kebanyakan orang berharap untuk melihat matahari terbit di sini setidaknya sekali seumur hidup mereka. Tetapi karena begitu banyak pengunjung yang hanya mampir sekitar matahari terbit, mengambil beberapa foto, dan buru-buru kembali turun, cukup banyak yang akhirnya melewatkan bagaimana puncak itu terbentuk atau seperti apa sebenarnya jalur menuju puncak. Jadi hari ini, alih-alih hanya momen matahari terbit, mari kita lihat Seongsan Ilchulbong itu sendiri dengan lebih lambat.
Gunung berapi yang muncul dari laut — rahasia di balik nama 'tuff cone'
Seongsan Ilchulbong dikatakan terbentuk jauh di masa lalu melalui aktivitas vulkanik di bawah laut. Menurut ceritanya, magma panas meletus secara eksplosif ketika bertemu air laut dingin, dan abu serta fragmen batuan yang menumpuk dalam proses itulah yang memberikan puncak bentuknya saat ini. Formasi vulkanik seperti ini disebut tuff cone, dan Seongsan Ilchulbong dikatakan sebagai salah satu contoh bentuk ini yang lebih terawat. Dari kejauhan sering dikatakan terlihat seperti benteng raksasa, dan dari dekat, tebing curam yang melingkarinya seperti layar lipat dikatakan meninggalkan kesan yang kuat. Karena bentang alam yang khas ini, tempat ini dianggap sebagai salah satu situs representatif yang menunjukkan sejarah vulkanik Jeju.
Mungkin karena nilai geologis ini, Seongsan Ilchulbong dikatakan telah terdaftar sebagai situs Warisan Alam Dunia UNESCO. Namun, sumber sedikit bervariasi mengenai tahun pasti pendaftaran, jadi saya akan menahan diri untuk tidak menyebutkan tahun tertentu di sini. Yang bisa dikatakan dengan yakin adalah bahwa Seongsan Ilchulbong dianggap sebagai salah satu situs simbolis di mana nilai Jeju sebagai pulau vulkanik telah diakui secara internasional. Dalam pengertian itu, ini lebih dari sekadar tempat pemandangan — ini hampir seperti catatan hidup tentang bagaimana pulau Jeju terbentuk.
Jalur menuju puncak — pemandangan yang hanya bisa kamu dapatkan dengan berjalan kaki
Seongsan Ilchulbong dikatakan memiliki jalur yang mengarah dari pintu masuk sampai ke puncak. Bagian-bagian jalan dikatakan cukup curam, jadi sepatu yang nyaman direkomendasikan, dan dengan tangga serta lereng yang berulang di sepanjang jalan, banyak pengunjung dikatakan mengatur kecepatan mereka dan menarik napas saat mendaki. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai puncak bisa sangat bervariasi tergantung pada orangnya, cuaca hari itu, dan kecepatan berjalan, jadi sulit untuk menentukan jumlah menit yang tepat — tetapi banyak pengunjung dikatakan berhasil naik dan turun dalam kisaran waktu yang disebutkan di atas.
Setelah kamu mencapai puncak, sebuah kawah besar terbuka di depanmu, dan skala serta bentuknya dikatakan mengejutkan orang setiap saat. Pada hari yang cerah, laut dikatakan terlihat di luar kawah, sementara pada hari berawan, kabut rendah dikatakan memberikan tempat itu nuansa seperti mimpi. Detail seperti biaya masuk, jam operasional, dan metode tiket dikatakan berubah dari waktu ke waktu, jadi sebaiknya periksa informasi terbaru sebelum kamu berkunjung.
Aku dengar puncak ini menyimpan terlalu banyak cerita untuk hanya melihat matahari terbit dan buru-buru kembali turun.
— 🍊 GYULIPendakian itu sendiri, dikatakan akan tetap bersamamu sebanyak matahari terbit
Berbicara dengan orang-orang yang pernah ke Seongsan Ilchulbong, sering dikatakan bahwa pendakian ke puncak akhirnya lebih teringat daripada matahari terbit itu sendiri. Mendaki tangga selangkah demi selangkah dalam cahaya redup sebelum fajar, kamu bisa merasakan langit secara bertahap mencerah, dan mencapai puncak sering digambarkan sebagai momen yang sangat mengharukan. Bahkan di luar fajar, banyak orang mengatakan bahwa mendaki di siang hari dan melihat ke laut lepas dan desa di bawah sudah cukup memuaskan dengan sendirinya. Melambat dan menikmati lingkungan saat kamu mendaki, kata beberapa orang, mengisi kamu dengan rasa puas bahkan sebelum kamu mencapai puncak.

Tips GYULI · Seongsan Ilchulbong dikatakan menarik pengunjung terbanyak pada jam-jam pagi, jadi jika kamu ingin menjelajah dengan kecepatan yang lebih santai, mengincar jam-jam pagi setelah matahari terbit dikatakan sebagai salah satu pilihan. Karena jalur menuju puncak dikatakan memiliki cukup banyak tangga, sepatu yang nyaman adalah suatu keharusan, dan karena dikatakan terkadang berangin di sana, ada baiknya membawa jaket tipis untuk berjaga-jaga.