Destinasi

Geoseun-saemi Oreum: Nama yang Terdengar Asing, Menyimpan Legenda Mata Air yang Mengalir Berlawanan Arus

🍊
Editor GYULI
2026-08-14 · 13 menit baca
Tempat Bagus · Songdang-ri, Gujwa-eup
Legenda mata air yang mengalir melawan arus —
namanya asing, tapi layak dijelajahi

Songdang-ri di Gujwa-eup, Kota Jeju, dikenal di kalangan penggemar oreum sebagai 'kerajaan oreum', sebuah lingkungan tempat oreum besar dan kecil berkumpul dengan sangat rapat. Darangswi Oreum, yang diperkenalkan GYULI terakhir kali, dan Akkeun Darangswi Oreum yang berada tepat di sebelahnya, dikatakan sama-sama termasuk dalam gugusan oreum Songdang-ri ini. Namun, di tengah oreum-oreum terkenal ini, ada satu oreum yang namanya sendiri terasa asing — Geoseun-saemi Oreum. Oreum yang namanya saja sudah mencolok ini dikatakan menyimpan kisah unik tentang 'mata air yang mengalir melawan arus'. Hari ini, mari kita perlahan mengurai kisah di balik Geoseun-saemi Oreum, di mana posisinya dalam gugusan oreum Songdang-ri, dan seperti apa rasanya berjalan menyusuri Gujwa-eup bagian timur.

'Mata Air yang Mengalir Melawan Arus' — Kisah di Balik Nama

Mendengar nama Geoseun-saemi Oreum untuk pertama kalinya secara alami membuat Anda bertanya-tanya apa artinya. Dalam dialek Jeju, 'saemi' dikatakan merujuk pada mata air, tempat air muncul ke permukaan, sementara 'geoseun' dikatakan membawa arti melawan sesuatu. Digabungkan, nama ini dikatakan berarti 'mata air yang mengalir melawan arus' — dan dikatakan berasal dari kisah bahwa mata air di suatu tempat di lereng oreum ini pernah mengalir ke arah yang berlawanan dari aliran air pada umumnya. Aliran air di Jeju umumnya dikatakan mengalir dari dataran tinggi di sekitar Hallasan turun ke arah laut, dan mata air di lereng Geoseun-saemi Oreum dikatakan mengalir ke arah yang seolah melawan aliran itu — yang pasti terlihat seperti pemandangan yang cukup aneh di mata orang-orang zaman dahulu.

Apakah mata air itu masih ada sampai sekarang, atau persisnya di titik mana dan seperti apa alirannya, sulit dipastikan secara detail saat ini, jadi saya hanya bisa membagikannya dengan hati-hati. Namun, Jeju dikenal memiliki cukup banyak oreum maupun desa yang dinamai berdasarkan kisah terkait arah aliran air atau tempat air muncul, dan Geoseun-saemi Oreum sering disebut sebagai salah satu tempat yang membawa jejak tradisi penamaan khas Jeju ini. Hanya dengan merenungkan namanya saja, cara Anda memandang oreum ini rasanya sedikit berubah.

BERDASARKAN ANGKAGeoseun-saemiNama yang dikatakan berarti 'mata air yang mengalir melawan arus'

Berdiri Tenang di Antara Darangswi dan Yongnuni

Saat memikirkan gugusan oreum Songdang-ri, banyak orang mungkin pertama-tama membayangkan tempat yang sudah terkenal seperti Darangswi Oreum atau Yongnuni Oreum. Wilayah ini memang memiliki oreum besar dan kecil yang berjejer seperti tetangga, dan dikatakan banyak wisatawan yang datang untuk melihat satu oreum akhirnya mengunjungi beberapa oreum lain di sekitarnya juga. Geoseun-saemi Oreum juga berada dalam gugusan yang sama ini, tetapi dikatakan relatif kurang dikenal dibandingkan tetangganya yang terkenal.

Nama yang kurang dikenal tidak berarti daya tariknya sebagai oreum juga kalah, kata banyak orang. Justru ada yang menyebut Geoseun-saemi Oreum sebagai tempat untuk berjalan dengan kecepatan sendiri, jauh dari keramaian yang berkumpul di oreum-oreum terkenal di dekatnya. Di antara mereka yang sudah beberapa kali mengunjungi oreum-oreum Jeju, ada yang mengatakan awalnya selalu mencari oreum yang terkenal, tetapi belakangan justru menemukan kepuasan lebih besar di tempat yang kurang dikenal seperti ini — tanda bahwa keseruan berwisata oreum tidak selalu bergantung pada popularitas.

WISATAWANRute ramai berfoto di Darangswi dan Yongnuni
GYULIBerjalan tenang di Geoseun-saemi, nama yang bahkan terdengar asing
VS

Gujwa-eup Timur, dan Pemandangan Tembok Batu di Antara Oreum

Karena Geoseun-saemi Oreum terletak di Gujwa-eup, Kota Jeju, oreum ini sering disebut sebagai salah satu oreum yang mewakili wilayah timur Jeju. Wilayah Gujwa-eup dikenal bukan hanya karena oreum-nya, tetapi juga karena ladang luas yang dikelilingi tembok batu basal hitam serta pemandangan padang gembalaan yang menyatu di dalamnya, dan jalan naik-turun oreum ini sendiri dikatakan terasa seperti melewati pemandangan khas Gujwa-eup tersebut. Pemandangan tembok batu basal hitam yang berkelok-kelok menghubungkan ladang demi ladang, dengan oreum yang menyembul lembut di sela-selanya, dikatakan sebagai pemandangan yang sulit ditemukan di luar Gujwa-eup.

Mendaki hingga mendekati puncak dikatakan menampakkan garis punggung oreum-oreum lain yang berjejer di sekitarnya, sehingga hanya dengan mendaki satu oreum ini, Anda bisa mendapat gambaran kasar tentang topografi wilayah Songdang-ri, menurut beberapa catatan. Tanaman di dalam ladang bertembok batu itu dikatakan berubah warna, dari hijau di satu musim menjadi kuning di musim lain, dan memandangi perubahan warna itu dari atas oreum dikatakan menjadi satu lagi pemandangan khas Gujwa-eup.

Berjalan mencari oreum yang namanya terasa asing di antara oreum-oreum yang sudah terkenal, benar-benar membuat Anda menyadari betapa kayanya pulau ini akan oreum.

— 🍊 GYULI

Yang Perlu Diketahui Sebelum Berangkat

Meski begitu, Geoseun-saemi Oreum dikatakan tidak memiliki jalur pendakian atau fasilitas yang terawat sebaik Darangswi Oreum atau Baekyaki Oreum, menurut beberapa catatan. Karena relatif lebih sedikit pengunjung, ada laporan bahwa papan penunjuk arah dan area parkir mungkin tidak terlalu memadai. Jadi jika Anda berencana menjadikan oreum ini sebagai tujuan, banyak yang menyarankan untuk memeriksa lokasi pastinya lewat aplikasi peta terlebih dahulu, dan meluangkan waktu yang cukup untuk mengunjunginya.

Wilayah Songdang-ri dikenal memiliki beberapa oreum lain yang layak dikunjungi bersamaan dengan Geoseun-saemi, termasuk Darangswi, Akkeun Darangswi, dan Yongnuni Oreum, yang semuanya berkumpul tidak jauh dari sana. Jika Anda punya cukup waktu, mungkin ada baiknya merencanakan satu hari yang menggabungkan satu atau dua oreum terkenal dengan Geoseun-saemi Oreum. Sehari dengan beberapa foto di tempat yang ramai, lalu lebih lama berdiam di pemandangan alami oreum yang tenang, terdengar seperti keseimbangan yang cukup baik.

🍊

Tips GYULI · Geoseun-saemi Oreum dikatakan dikunjungi lebih sedikit orang dibanding oreum tetangga seperti Darangswi atau Yongnuni, sehingga papan penunjuk arah dan area parkir mungkin tidak terlalu memadai. Periksa lokasi pastinya lewat aplikasi peta sebelum berangkat, dan karena medan oreum tidak banyak menawarkan naungan, bawalah topi dan air. Menggabungkannya dengan Darangswi atau Yongnuni Oreum di dekatnya memungkinkan Anda menikmati gugusan oreum Songdang-ri dengan lebih santai.

🍊
Kalau Anda sudah mengunjungi semua oreum terkenal di sekitar Songdang-ri, mampirlah juga ke Geoseun-saemi Oreum. Namanya mungkin asing, tapi menyimpan kisah mata air yang mengalir melawan arus, jadi layak untuk dijelajahi dengan tenang.
#Geoseun-saemi Oreum#Songdang-ri Gujwa-eup#Gugusan Oreum Songdang-ri#Oreum Jeju Timur#Oreum Jeju

Lebih banyak dari GYULI

Lainnya →
  1. DestinasiPelabuhan Gueom, Pergilah Saat Matahari Terbenam
  2. Sisi Dalam JejuLadang Garam Batu Bercangkang Kura-kura: Kisah 390 Tahun dari Desa Nelayan Gueom
  3. DestinasiPelabuhan Gimnyeong, Kental dengan Aroma Laut dan Semangat
  4. DestinasiNamanya Terdengar Menyeramkan, Tapi Katanya Justru Seru untuk Dikunjungi
  5. DestinasiDari Jocheon-eup ke Hallim-eup — Yuk Bertemu Dolhareubang Karya Maestro 40 Tahun
  6. DestinasiPelabuhan Geumneung, Ternyata Setenang Ini
  7. DestinasiPenuh Pohon Berduri, Makanya Disebut Gasi Oreum? Oreum yang Layak Diketahui Namanya Dulu