Destinasi

Dari Jocheon-eup ke Hallim-eup — Yuk Bertemu Dolhareubang Karya Maestro 40 Tahun

🍊
Editor GYULI
2026-08-20 · 9 menit baca
Cerita Lokal · Geumneung Stone Park
Patung batu Jeju yang lahir dari
tangan maestro selama lebih dari 40 tahun

Beberapa waktu lalu, GYULI pernah bercerita tentang asal-usul nama dolhareubang, dan tidak lama sebelumnya juga memperkenalkan Museum Dolhareubang di Jocheon-eup. Hari ini GYULI ingin membawa kalian ke tempat dengan nuansa yang sedikit berbeda — Geumneung Stone Park, yang terletak di Hallim-eup, Kota Jeju. Jika museum di Jocheon-eup mengumpulkan dolhareubang yang dulunya tersebar di berbagai tempat dan menampilkannya sesuai bentuk aslinya, maka Geumneung Stone Park dikatakan sebagai tempat untuk bertemu karya-karya yang dibuat langsung oleh tangan seorang maestro selama seumur hidupnya, sehingga punya daya tarik yang sedikit berbeda.

Ruang yang Lahir dari Tangan Maestro Jang Gong-ik, yang Menghabiskan Lebih dari 40 Tahun Bersama Dolhareubang

Geumneung Stone Park dikatakan dibangun oleh maestro Jang Gong-ik, yang telah mengabdikan lebih dari 40 tahun untuk membuat dolhareubang. Bukan hal yang mudah bagi satu orang untuk mencurahkan waktu sepanjang itu pada satu bidang, dan karena tempat ini dikatakan menyimpan sentuhan dari tahun-tahun yang panjang tersebut, GYULI membayangkan betapa istimewanya ketulusan yang tertuang dalam setiap batu di sini.

🍊 Foto Asli, via GYULI
Pemandangan Geumneung Stone Park
Pemandangan Geumneung Stone Park · 사진 · 한국관광공사

Di dalam Geumneung Stone Park, selain dolhareubang, konon kamu juga bisa menemukan patung haenyeo (penyelam wanita), patung anak-anak, dan patung ibu yang menggendong guci air mulheobeok sambil menjaga anaknya — karya-karya yang menggambarkan legenda turun-temurun dari Jeju dalam bentuk batu, tersebar di seluruh area taman. Patung-patung yang melambangkan kehidupan sehari-hari, adat, dan budaya Jeju juga dikatakan dipamerkan bersama, sehingga saat berjalan-jalan, kamu seolah membaca kisah hidup masyarakat Jeju satu per satu lewat batu.

Kupikir hanya ada dolhareubang, tapi ternyata ada juga patung haenyeo dan patung ibu yang menggendong guci air, rasanya seperti seluruh kehidupan masyarakat Jeju terukir utuh di batu.

— 🍊 GYULI

Kamu Juga Bisa Bertemu Replika Dolhareubang yang Pernah Dihadiahkan kepada Para Pemimpin Dunia

Geumneung Stone Park juga memiliki satu pameran istimewa — replika dolhareubang yang konon pernah diberikan sebagai hadiah kepada presiden, perdana menteri, dan para pemimpin dari berbagai negara saat mengunjungi Pulau Jeju. GYULI sengaja tidak merinci pemimpin negara mana yang menerima replika apa dan kapan, karena hal itu bisa berbeda-beda, tetapi bisa melihat jejak simbol khas Jeju yang telah menjangkau berbagai negara di dunia dalam satu tempat rasanya menjadi daya tarik tersendiri di sini.

🍊 Lebih Banyak Foto dari GYULI
Karya batu yang menggambarkan legenda Jeju
Karya batu yang menggambarkan legenda Jeju · 사진 · 한국관광공사
Replika dolhareubang yang pernah dihadiahkan kepada para pemimpin dunia
Replika dolhareubang yang pernah dihadiahkan kepada para pemimpin dunia · 사진 · 한국관광공사

Patung Batu Bernuansa Buddha, dan Kuil Kecil di Dalam Gua

Suasana keseluruhan Geumneung Stone Park dikatakan didominasi oleh patung-patung batu bernuansa Buddha. Di antara berbagai karya patung, terasa suasana religius yang tenang, dan secara khusus, di dalam taman terdapat dua gua bernama Jeongnyeogul dan Jorongul, yang di dalamnya bahkan terdapat kuil kecil untuk beribadah. Kupikir ini hanya taman patung luar ruangan, ternyata ada gua dan kuil kecil tersembunyi di dalamnya juga — sepertinya tempat ini menyimpan keseruan bertemu ruang-ruang tak terduga saat kamu berjalan-jalan.

BERDASARKAN ANGKA2 GuaMerujuk pada Jeongnyeogul dan Jorongul, dua gua yang berada di dalam Geumneung Stone Park. Sebuah kuil kecil untuk beribadah juga dikatakan ada di dalam gua tersebut

Hal-hal yang Perlu Diketahui Sebelum Berkunjung

Geumneung Stone Park berlokasi di 176 Hallim-ro, Hallim-eup, Kota Jeju, dan dikatakan buka mulai pukul 08.30 hingga 17.30, sepanjang tahun tanpa hari libur. Namun, informasi semacam ini bisa berubah sewaktu-waktu, jadi ada baiknya kamu memeriksa kembali informasi terbaru sebelum berkunjung.

Jika cerita asal-usul dolhareubang yang pernah dibagikan GYULI adalah tentang makna di balik nama dan wujudnya, dan Museum Dolhareubang di Jocheon-eup adalah tempat yang mengumpulkan dolhareubang yang tersebar sesuai bentuk aslinya, maka Geumneung Stone Park di Hallim-eup yang diperkenalkan hari ini punya daya tariknya sendiri — perpaduan lebih dari 40 tahun kerja tangan seorang maestro, kisah Jeju yang menjangkau berbagai negara, hingga kuil kecil tak terduga yang tersembunyi di dalam gua.

🍊 Lebih Banyak Foto, via GYULI
Area taman patung luar ruangan di Geumneung Stone Park
Area taman patung luar ruangan di Geumneung Stone Park · 사진 · 한국관광공사
Pemandangan sekitar gua Jeongnyeogul
Pemandangan sekitar gua Jeongnyeogul · 사진 · 한국관광공사
🍊

Tips GYULI · Jam operasional dikatakan mulai pukul 08.30 hingga 17.30, buka sepanjang tahun, tapi sebaiknya kamu memeriksa informasi terbaru sebelum berkunjung. Area luar ruangannya cukup luas, jadi kenakan sepatu yang nyaman, dan jika berencana melihat kuil kecil di dalam gua, sebaiknya tetap tenang dan menjaga sopan santun.

🍊
Terakhir kali GYULI bercerita tentang asal-usul dolhareubang dan memperkenalkan museum di Jocheon-eup — hari ini GYULI pergi menemui sentuhan tangan seorang maestro yang telah membentuk batu di Hallim-eup selama lebih dari 40 tahun. Melihat replika dolhareubang yang pernah dihadiahkan kepada para pemimpin dunia, GYULI kembali merasakan betapa banyak kisah yang bisa tersimpan dalam satu batu Jeju.
#Geumneung Stone Park#Tempat Wisata Hallim-eup#Taman Patung Luar Ruangan Jeju#Maestro Dolhareubang#Pameran Patung Batu Jeju

Lebih banyak dari GYULI

Lainnya →
  1. DestinasiPelabuhan Gueom, Pergilah Saat Matahari Terbenam
  2. Sisi Dalam JejuLadang Garam Batu Bercangkang Kura-kura: Kisah 390 Tahun dari Desa Nelayan Gueom
  3. DestinasiPelabuhan Gimnyeong, Kental dengan Aroma Laut dan Semangat
  4. DestinasiNamanya Terdengar Menyeramkan, Tapi Katanya Justru Seru untuk Dikunjungi
  5. DestinasiPelabuhan Geumneung, Ternyata Setenang Ini
  6. DestinasiGeoseun-saemi Oreum: Nama yang Terdengar Asing, Menyimpan Legenda Mata Air yang Mengalir Berlawanan Arus
  7. DestinasiPenuh Pohon Berduri, Makanya Disebut Gasi Oreum? Oreum yang Layak Diketahui Namanya Dulu