Sisi Dalam Jeju

Ladang Garam Batu Bercangkang Kura-kura: Kisah 390 Tahun dari Desa Nelayan Gueom

🍊
Editor GYULI
2026-08-27 · 8 menit baca
Kisah Lokal · Desa Nelayan Gueom
Air laut yang tergenang di atas batu basal,
konon mengering oleh matahari dan menjadi garam

Hari ini GYULI ingin memperkenalkan Desa Nelayan Gueom, yang terletak di Aewolhaean-ro 713, Aewol-eup, Kota Jeju. Seperti namanya, ini adalah desa nelayan, tetapi desa ini konon menyimpan sebuah sejarah khusus di dalamnya — sejarah 'ladang garam batu.' Dikenal karena pemandangan pantainya yang indah, desa ini konon berbatasan dengan laut di sisi utara, dengan Sungai Wonnaecheon mengalir di sisi barat, dan sebagian besar wilayahnya konon berupa dataran datar yang mudah dijelajahi dengan berjalan kaki. Hari ini, mari kita telusuri pelan-pelan mulai dari kisah ladang garam batu di jantung desa ini, yaitu Pelabuhan Gueom, hingga program-program pengalaman yang konon kini sedang berjalan di sana.

Di Pelabuhan Gueom, Anda Bisa Menjumpai Ladang Garam Alami Berbentuk Cangkang Kura-kura

Pelabuhan Gueom dikenal sebagai tempat untuk melihat ladang garam alami dengan bentuk khas yang konon menyerupai cangkang kura-kura. Tanggul tanah liat dibangun di atas batu basal yang datar dan luas, dan air laut yang tertampung di dalamnya konon mengering di bawah terik matahari hingga membentuk garam — tampilan yang sangat berbeda dari ladang garam yang biasa kita lihat sekarang. Dengan pola ladang garam yang terukir secara alami di permukaan batu yang luas, konon pengunjung yang datang untuk pertama kalinya sering langsung tertarik oleh bentuknya yang unik.

🍊 Foto Asli, via GYULI
Pemandangan ladang garam batu Pelabuhan Gueom
Pemandangan ladang garam batu Pelabuhan Gueom · 사진 · 한국관광공사
Jejak ladang garam yang tersisa di batu basal
Jejak ladang garam yang tersisa di batu basal · 사진 · 한국관광공사

Mendengar kisah ladang garam batu ini, GYULI merasa takjub bahwa orang-orang zaman dahulu bisa memperoleh garam hanya dengan batu basal, air laut, dan sinar matahari — tanpa alat apa pun. Terasa seperti sebuah kearifan yang bekerja selaras dengan alam, bukan melawannya.

— 🍊 GYULI

Ladang Garam yang Bertahan Hampir 390 Tahun, Berhenti Setelah Pembebasan, dan Bangkit Kembali pada 2009

Ladang garam batu ini konon telah menghasilkan garam laut berkualitas tinggi selama sekitar 390 tahun. Konon menjadi ladang garam yang menopang kehidupan warga desa dalam waktu yang sangat panjang, namun setelah pembebasan Korea, produksi garam konon dihentikan dan dibiarkan terbengkalai untuk sementara waktu. Kemudian pada 2009, Kota Jeju konon memulihkan sebagian dari ladang garam batu ini. Ladang garam ini juga disebut 'Sogeumbille,' dan 'bille' konon berarti 'batu datar yang luas' dalam dialek Jeju — sehingga bentuk batu luas tempat garam dahulu diambil pun konon terjaga hingga kini melalui namanya.

🍊 Lebih Banyak Foto dari GYULI
Sebagian ladang garam Sogeumbille yang telah dipulihkan
Sebagian ladang garam Sogeumbille yang telah dipulihkan · 사진 · 한국관광공사

Desa Nelayan Gueom saat ini bukan hanya tempat yang menyimpan sejarah ladang garamnya. Konon di sini juga dijalankan berbagai program pengalaman, termasuk memancing dari perahu, tide-pooling (barit-jabi), membuat bomal-jobaegi dengan siput laut khas Jeju, dan berkayak transparan. Ada program yang membuat Anda merasakan laut dengan seluruh tubuh, seperti memancing dari perahu atau tide-pooling, tempat Anda mencari hasil laut sendiri di sela-sela bebatuan, serta ada juga kegiatan membuat bomal-jobaegi menggunakan bomal (siput laut Jeju), dan pengalaman berkayak transparan untuk melihat ke dalam laut — jadi setelah menikmati sejarah ladang garam, mungkin akan menyenangkan untuk melanjutkan dengan salah satu pengalaman ini.

BERDASARKAN ANGKASekitar 390 TahunLama waktu ladang garam batu Pelabuhan Gueom konon menghasilkan garam laut berkualitas tinggi. Konon dihentikan setelah pembebasan Korea, lalu sebagian dipulihkan oleh Kota Jeju pada 2009

Beberapa Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Berkunjung

Desa Nelayan Gueom terletak di Aewolhaean-ro 713, Aewol-eup, Kota Jeju. Program seperti memancing dari perahu, tide-pooling, membuat bomal-jobaegi, dan berkayak transparan konon masing-masing memiliki jadwal operasional yang berbeda, dan waktu pastinya suatu program tersedia juga bisa bergantung pada musim atau pasang surut air laut. Karena itu, disarankan untuk terlebih dahulu menentukan pengalaman yang ingin dicoba, lalu menghubungi desa terlebih dahulu sebelum berkunjung.

🍊 Lebih Banyak Foto, via GYULI
Pemandangan pantai di Desa Nelayan Gueom
Pemandangan pantai di Desa Nelayan Gueom · 사진 · 한국관광공사
Suasana salah satu program pengalaman di Desa Nelayan Gueom
Suasana salah satu program pengalaman di Desa Nelayan Gueom · 사진 · 한국관광공사
🍊

Tips GYULI · Program pengalaman (memancing dari perahu, tide-pooling, membuat bomal-jobaegi, dan berkayak transparan) konon masing-masing memiliki jam operasional yang berbeda. Karena sulit untuk memastikan jadwal tetap di sini, jika ada program yang Anda minati, disarankan untuk menghubungi desa terlebih dahulu sebelum berkunjung.

🍊
Mendengar bahwa orang-orang zaman dahulu bisa membuat garam hanya dengan batu basal, air laut, dan sinar matahari yang hangat benar-benar membuat GYULI takjub. Cobalah lihat-lihat sejarah Sogeumbille, dan mungkin coba juga salah satu program pengalamannya — bisa jadi hari yang penuh dan berkesan.
#Desa Nelayan Gueom#Ladang Garam Batu Pelabuhan Gueom#Sogeumbille#Tempat Wisata Aewol-eup#Program Pengalaman Jeju

Lebih banyak dari GYULI

Lainnya →
  1. DestinasiPelabuhan Gueom, Pergilah Saat Matahari Terbenam
  2. DestinasiPelabuhan Gimnyeong, Kental dengan Aroma Laut dan Semangat
  3. DestinasiNamanya Terdengar Menyeramkan, Tapi Katanya Justru Seru untuk Dikunjungi
  4. DestinasiDari Jocheon-eup ke Hallim-eup — Yuk Bertemu Dolhareubang Karya Maestro 40 Tahun
  5. DestinasiPelabuhan Geumneung, Ternyata Setenang Ini
  6. DestinasiGeoseun-saemi Oreum: Nama yang Terdengar Asing, Menyimpan Legenda Mata Air yang Mengalir Berlawanan Arus
  7. DestinasiPenuh Pohon Berduri, Makanya Disebut Gasi Oreum? Oreum yang Layak Diketahui Namanya Dulu