Destinasi

Cerita Ohyeondan Ternyata Berawal dari Gyullim Seowon

🍊
Editor GYULI
2026-07-21 · 13 menit baca
Cerita Lokal · Gyullim Seowon
Konon berawal sebagai kuil untuk upacara,
lalu menjadi seowon, dan bangkit kembali

Halo, ini GYULI. Beberapa waktu lalu, GYULI pernah menceritakan tentang Ohyeondan, sebuah kuil yang terletak di pusat Kota Jeju. Saat itu GYULI memperkenalkannya sebagai altar untuk menghormati lima cendekiawan Konfusius yang diasingkan ke Jeju atau pernah menjabat di sana pada masa Dinasti Joseon. Namun, tepat di sebelah Ohyeondan, ternyata ada satu tempat lagi yang konon menjadi akar dari cerita itu, yaitu Gyullim Seowon. Namanya mungkin terdengar asing, tapi konon ini adalah seowon yang terbentuk dari gabungan Chungam-myo, kuil untuk upacara leluhur, dan Jangsudang, ruang tempat para murid diajar. Hari ini, GYULI akan pelan-pelan menceritakan bagaimana Gyullim Seowon bermula hingga menjadi seperti sekarang.

Seowon dengan Dua Wajah, Chungam-myo dan Jangsudang

Konon Gyullim Seowon adalah seowon yang terbentuk dari gabungan Chungam-myo yang berfungsi untuk upacara, dan Jangsudang yang berfungsi untuk pendidikan. Bukan hanya satu bangunan, tempat ini konon menyatukan dua sifat berbeda dalam satu lokasi, yaitu kuil untuk menghormati arwah yang telah tiada, dan ruang untuk mengajarkan ilmu. Mungkin karena itulah, jika ditelusuri, cerita Gyullim Seowon ternyata lebih dari sekadar memperkenalkan sebuah fasilitas pendidikan tua. Cerita ini mengikuti alur yang cukup panjang, dimulai dari keinginan untuk menghormati seorang cendekiawan yang diasingkan ke Jeju, hingga berlanjut menjadi tempat untuk mendidik generasi berikutnya.

Konon cerita ini bermula sejak tahun 1578. Saat itu, Jo In-hu yang menjabat sebagai hakim daerah (pangwan) Jeju, konon membangun sebuah kuil di tempat pengasingan Kim Jeong, seorang cendekiawan yang diasingkan ke Jeju akibat Peristiwa Pembersihan Gimyo dan kemudian dihukum mati di sana, untuk menenangkan arwahnya. Ini konon menjadi titik awal Gyullim Seowon. Saat GYULI menceritakan tentang Ohyeondan, GYULI pernah menyebutkan bahwa para cendekiawan yang diasingkan tidak melepaskan cita-cita mereka meski berada di pulau yang asing, dan kisah Kim Jeong konon berada tepat di pusat cerita itu.

🍊 Foto Asli Temuan GYULI
Pemandangan Gyullim Seowon
Pemandangan Gyullim Seowon · 사진 · 한국관광공사
“

Mendengar bahwa tempat ini berawal dari lokasi upacara leluhur lalu berkembang menjadi seowon untuk mendidik generasi berikutnya, saya merasa bobot waktu yang tersimpan di tempat ini terasa begitu luar biasa.

— 🍊 GYULI

Jangsudang Dibangun, Hingga Nama 'Gyullim Seowon' Lahir

Cukup lama setelah itu, pada tahun 1660, Lee Goe yang menjabat sebagai moksa (gubernur) Jeju konon membangun Jangsudang. Jangsudang konon menjadi ruang pendidikan tempat para murid diajar, dan pada saat itu, kuil untuk menghormati Kim Jeong dan Jangsudang konon masih menjadi dua tempat yang terpisah. Kemudian pada tahun 1667, Choi Jin-nam, seorang pangwan Jeju, konon memindahkan kuil Kim Jeong ke sisi selatan Jangsudang, yaitu lokasi yang kini menjadi tempat Ohyeondan. Dengan begitu, kuil ditetapkan sebagai 'sa' dan Jangsudang sebagai 'jae', keduanya digabungkan menjadi satu, lalu dipasanglah papan nama bertuliskan 'Gyullim Seowon', yang konon menjadi asal mula nama Gyullim Seowon.

🍊 Foto Lain yang Ditemukan GYULI
Jangsudang yang telah dipugar
Jangsudang yang telah dipugar · 사진 · 한국관광공사
Tembok batu dan gerbang samping Gyullim Seowon
Tembok batu dan gerbang samping Gyullim Seowon · 사진 · 한국관광공사

Cerita terus berlanjut bahkan setelah seowon ini mendapatkan namanya. Pada tahun 1682, saat Shin Gyeong-yun menjabat sebagai moksa Jeju, ia konon mengutus Yejo Jeongnang An Geon-ji ke Jeju, dan Gyullim Seowon konon menerima piagam kerajaan (saaek) pada saat itu. Saaek berarti raja secara langsung memberikan nama kepada sebuah seowon, sehingga ini konon berarti tempat ini memperoleh pengakuan resmi. Pada saat itu, empat cendekiawan, yaitu Kim Jeong, Song In-su, Kim Sang-heon, dan Jeong On, konon dihormati dan dipuja di sana.

Kemudian pada tahun 1696, pada masa Komandan (jeoljesa) Lee Ik-tae, Song Si-yeol turut dipuja, sehingga jumlah yang dihormati bersama menjadi lima orang, konon begitu. Kelima orang ini konon adalah para cendekiawan yang sama yang dihormati oleh Ohyeondan, 'lima orang bijak'.

BERDASARKAN ANGKA5 CendekiawanJumlah cendekiawan Konfusius yang dipuja di Gyullim Seowon. Kim Jeong, Song In-su, Kim Sang-heon, Jeong On, dan Song Si-yeol konon dihormati bersama di sana

Penghapusan, dan Cerita yang Tetap Berlanjut

Gyullim Seowon yang telah bertahan sekian lama itu, konon dihapuskan pada tahun 1871 berdasarkan dekrit penghapusan seowon. Di tengah gerakan nasional untuk membubarkan seowon-seowon, Gyullim Seowon konon menjadi salah satu tempat yang terkena dampaknya. Mendengar bahwa tempat dengan sejarah panjang ini ditutup dalam sekejap, membuat hati GYULI terasa sedikit perih.

Namun, cerita tidak berhenti sampai di situ. Pada tahun 1892, Kim Ui-jeong, seorang penduduk Jeju, konon memimpin upaya untuk mendirikan jodusok (tugu peringatan batu) dan membangun altar di lokasi Gyullim Seowon, guna menghormati kelima orang bijak untuk generasi mendatang, dan upacara konon diadakan di sana. Ohyeondan yang ada saat ini konon adalah jejak yang berlanjut dari tempat itu, sehingga mengetahui bahwa Gyullim Seowon dan Ohyeondan bukanlah dua cerita yang terpisah, melainkan dua cabang dari akar yang sama, membuat GYULI ingin mengingat kedua tempat ini bersama-sama mulai sekarang.

🍊 Foto Lain Temuan GYULI
Gyullim Seowon, tempat Hyanghyeonsa yang telah dipugar
Gyullim Seowon, tempat Hyanghyeonsa yang telah dipugar · 사진 · 한국관광공사

Setelah tahun 2000, Kota Jeju konon mulai melakukan pekerjaan pemugaran Gyullim Seowon. Jangsudang tempat para murid dulu belajar, bersama gerbang samping dan tembok batu, diselesaikan satu per satu, dan kemudian pada Agustus 2007, pemugaran Hyanghyeonsa konon juga diselesaikan. Lebih dari 130 tahun setelah dihapuskan, tempat ini konon secara bertahap kembali menemukan sedikit demi sedikit bentuk lamanya, yang membuat rentang waktu yang tersimpan di tempat ini terasa cukup panjang.

🍊 Lebih Banyak Foto Temuan GYULI
Gyullim Seowon hari ini
Gyullim Seowon hari ini · 사진 · 한국관광공사

Terakhir kali, saat GYULI menceritakan tentang Ohyeondan, GYULI hanya memperkenalkannya sebagai altar untuk menghormati arwah para cendekiawan yang diasingkan. Namun kini, setelah mengetahui cerita Gyullim Seowon, GYULI menyadari bahwa akarnya jauh lebih dalam dan panjang. Berawal sebagai kuil untuk upacara leluhur, ditambah dengan Jangsudang tempat para murid diajar, mendapatkan nama dan piagam kerajaan, dihapuskan, lalu dipugar kembali, Gyullim Seowon tampaknya menjadi tempat di mana setiap lapisan waktu ini mengendap, satu di atas yang lain.

🍊

Tips GYULI · Gyullim Seowon terletak di Ido-il-dong, Kota Jeju, dan konon terbuka setiap saat sepanjang tahun. Ohyeondan berada tepat di sebelahnya, jadi mengunjungi kedua tempat ini bersamaan mungkin bisa membantu kamu merasakan cerita utuh dari lokasi ini.

🍊
Berawal sebagai tempat untuk upacara leluhur, menjadi seowon untuk mendidik, dihapuskan, lalu dipugar kembali, hari ini GYULI pelan-pelan mengupas waktu yang tersimpan di Gyullim Seowon. Lain kali kamu menuju Ohyeondan, semoga kamu juga teringat pada Gyullim Seowon.
#Gyullim Seowon#Seowon Jeju#Ohyeondan#Budaya Pengasingan Jeju#Tempat Wisata Ido-il-dong

Lebih banyak dari GYULI

Lainnya →
  1. DestinasiGamnang Oreum dan Wonmul Oreum, Kisah Oreum Kembar yang Punggungannya Menyatu→
  2. DestinasiGaeori Oreum: Menyusuri Tiga Puncak yang Bertumpuk di Hutan Alami yang Lebat→
  3. DestinasiPelabuhan Gueom, Pergilah Saat Matahari Terbenam→
  4. Sisi Dalam JejuLadang Garam Batu Bercangkang Kura-kura: Kisah 390 Tahun dari Desa Nelayan Gueom→
  5. DestinasiPelabuhan Gimnyeong, Kental dengan Aroma Laut dan Semangat→
  6. DestinasiNamanya Terdengar Menyeramkan, Tapi Katanya Justru Seru untuk Dikunjungi→
  7. DestinasiDari Jocheon-eup ke Hallim-eup — Yuk Bertemu Dolhareubang Karya Maestro 40 Tahun→