Apakah Jeju Hanya Oreum dan Daging Babi Hitam? Hutan Sejati Ada di Bijarim
sebuah jalur hutan untuk berjalan santai
Saat Anda menyusun rencana perjalanan Jeju, pendakian oreum dan restoran daging babi hitam cenderung menjadi yang pertama muncul. Namun, pada hari ketika Anda hanya ingin berjalan dengan tenang, orang sering mengatakan tidak ada tempat yang sebanding dengan Bijarim. Tersembunyi di Gujwa-eup, Kota Jeju, hutan ini dikenal dengan hutan pohon bija (bija-namu) yang dilaporkan telah tumbuh di sini sejak lama. Pohon bija adalah pohon cemara yang tidak pernah menggugurkan daunnya, dan pohon-pohon di hutan ini dikatakan telah hidup selama bertahun-tahun. Meskipun demikian, berapa usia pasti mereka, atau berapa banyak pohon yang membentuk hutan, cenderung bervariasi tergantung pada sumbernya, jadi saya tidak akan menentukannya dengan angka tertentu di sini. Yang selalu disebutkan pengunjung adalah bahwa udara terasa berbeda saat Anda melangkah ke hutan ini, dibandingkan dengan oreum atau tempat wisata lainnya.
Mengapa Hutan Pohon Bija, Khususnya?
Pohon bija dikenal sebagai pohon cemara yang tidak pernah menggugurkan daunnya sepanjang tahun. Karena itu, hutan ini dilaporkan tetap berwarna hijau tua tanpa peduli musim, dan tidak seperti hutan gugur, tampilan keseluruhannya tidak banyak berubah bahkan di tengah musim dingin — sebuah ciri yang sering disebut sebagai pembeda. Pohon-pohon ini dikatakan telah tumbuh bersama di satu tempat ini selama rentang waktu yang sangat panjang untuk membentuk hutan yang Anda lihat hari ini, dan jejak-jejak tahun-tahun itu dikatakan terlihat jelas di setiap batang pohon. Melihat ke atas pada kulit kayu yang tebal dan kasar serta cabang-cabang yang begitu lebat hingga menutupi langit, banyak pengunjung mengatakan sulit untuk menebak berapa lama hutan ini telah bertahan. Sulit untuk menentukan usia pastinya dengan angka apa pun, tetapi orang-orang mengatakan bahwa begitu Anda benar-benar berjalan melewatinya, frasa 'hutan tua' sama sekali tidak terasa berlebihan.
Berjalan di Sini Berarti Jalur Skoria Vulkanik
Hal lain yang patut diperhatikan di Bijarim adalah sensasi jalur di bawah kaki. Skoria vulkanik kemerahan — kerikil vulkanik yang hancur yang Anda lihat di seluruh Jeju — dilaporkan melapisi jalur tanah hingga ke dalam hutan, dan alih-alih pengerasan beton yang keras, banyak pengunjung menggambarkan sensasi yang lembut, sedikit lentur di setiap langkah. Jalur-jalur ini dikatakan sebagian besar tetap datar, tanpa tanjakan curam atau tangga yang berat, menciptakan pengalaman berjalan yang sama sekali berbeda dari pendakian oreum yang membutuhkan sepatu hiking dan sedikit tekad. Ini sering diperkenalkan sebagai jalur yang dapat dikelola untuk keluarga yang berjalan dengan anak-anak atau untuk pengunjung yang lebih tua, dan bahkan orang yang biasanya tidak menikmati trekking dapat berjalan dengan nyaman. Namun, itu tidak berarti hutan itu sendiri membosankan hanya karena jalurnya datar. Batang pohon yang tebal berjejer di kedua sisi jalur, dan di atas kepala, cabang-cabang yang kusut menaungi sepanjang jalan, jadi dikatakan selalu ada sesuatu untuk dilihat saat Anda berjalan.
Saya tidak tahu persis berapa usia pohon-pohon ini, tetapi berdiri di bawahnya, rasanya waktu bergerak berbeda.
— 🍊 GyuliBeberapa orang mengatakan Bijarim tidak banyak berubah tidak peduli jam berapa Anda berkunjung, tetapi banyak pengunjung melaporkan bahwa cahaya yang menyaring melalui pepohonan terlihat sangat indah di pagi hari atau sore hari, saat matahari rendah. Berkat kanopi yang lebat, bagian dalam hutan dikatakan tetap terasa lebih sejuk daripada di luar bahkan di tengah musim panas, dan pada hari-hari dengan hujan ringan, aroma khas hutan dan udara lembap dikatakan menambah daya tarik tersendiri daripada mengurangi. Jalur tanah yang tertutup skoria juga dikatakan menyerap air hujan daripada menggenanginya, jadi tampaknya tidak akan lebih sulit untuk berjalan setelah hujan daripada jalur hutan lainnya. Tidak seperti tempat-tempat wisata terkenal yang ramai dengan bus wisata, Bijarim memiliki reputasi sebagai tempat di mana kecepatan berjalan Anda secara alami melambat dengan sendirinya. Daripada terburu-buru menuju tujuan, banyak pelancong mengatakan bahwa jika Anda berjalan sambil mengamati setiap pohon, Anda akan menemukan diri Anda di ujung hutan sebelum Anda menyadarinya.
Perjalanan Mudah Tanpa Banyak Keribetan
Yang menyenangkan dari Bijarim adalah Anda tidak memerlukan persiapan rumit untuk berkunjung. Ini tidak seperti oreum di mana Anda harus mendaki ke puncak, dan tidak terlalu tergantung cuaca seperti garis pantai atau pantai, jadi sering dianggap sebagai tambahan yang mudah untuk dimasukkan ke dalam jadwal perjalanan Jeju Anda. Sepatu yang nyaman adalah semua yang Anda butuhkan, dan tidak perlu membawa perlengkapan hiking juga mengurangi tekanan. Meskipun demikian, hutan ini cukup luas, jadi berjalan mengelilingi seluruh lingkaran bisa memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan — ada baiknya tidak merencanakan jadwal berikutnya terlalu padat. Saya sarankan membawa sebotol air dan menyediakan waktu yang cukup untuk berfoto saat Anda berjalan.

Tips GYULI · Jalur Bijarim cukup datar, tetapi hutan ini cukup luas sehingga berjalan mengelilingi seluruh lingkaran dilaporkan dapat memakan waktu yang cukup lama. Jangan merencanakan jadwal berikutnya terlalu padat — cukup bawa sepatu yang nyaman dan sebotol air, dan luangkan waktu Anda.