Destinasi

Apa itu Sabong Nakjo? Daki Sarabong dan Saksikan Sendiri

🍊
Editor GYULI
2025-12-20 · 13 menit baca
Kisah tentang Oreum
Tepat di sebelah pusat kota tua Kota Jeju,
sebuah oreum yang mendapatkan namanya dari satu matahari terbenam

Jika berbicara tentang perjalanan di Jeju, matahari terbit di Seongsan Ilchulbong atau cahaya pagi di Udo pasti selalu disebut. Namun, spot matahari terbenam yang dekat dengan pusat kota Kota Jeju tampaknya relatif jarang dibicarakan. Di antaranya, Sarabong dikatakan berada tepat di samping Geonip-dong, pusat kota tua Kota Jeju, yang berarti kamu bisa mendaki oreum tanpa harus bepergian jauh sama sekali. Karena kamu tidak memerlukan bus wisata atau perjalanan panjang — hanya perjalanan singkat dari pusat kota Kota Jeju — tempat ini dikatakan sebagai oreum yang terasa lebih dekat dan lebih akrab bagi penduduk Jeju daripada bagi wisatawan. Hari ini saya ingin mengulas perlahan tempat seperti apa Sarabong itu, dan mengapa orang-orang membicarakan matahari terbenamnya sebagai sesuatu yang sangat istimewa.

Sarabong, oreum rendah yang berdiri tepat di samping pusat kota tua Kota Jeju

Sarabong adalah sebuah oreum yang terletak di Geonip-dong, Kota Jeju, yang konon tidak jauh sama sekali dari Pelabuhan Jeju atau Pasar Dongmun. Berbeda dengan kebanyakan oreum yang cenderung berada di pinggiran kota atau jauh di padang terbuka, ciri pembeda terbesar Sarabong dikatakan adalah seberapa dekat letaknya dengan pusat kota. Itulah mengapa tempat ini sering digambarkan bukan sebagai tempat wisata, melainkan seperti bukit lingkungan di belakang rumah seseorang — dan faktanya, jalur menuju puncak dikatakan sebagai rute yang landai, bukan rute yang terjal. Karena berjalan santai dari pintu masuk ke puncak dikatakan tidak memakan waktu lama, kemampuan untuk mengunjunginya seperti jalan-jalan pagi yang santai dikatakan sebagai salah satu daya tarik Sarabong.

Dari puncak, pusat kota Kota Jeju, Pelabuhan Jeju, dan laut di baliknya konon semuanya akan terlihat sekaligus. Dengan gedung-gedung kota, kapal-kapal yang datang dan pergi dari pelabuhan, serta samudra yang membentang luas di baliknya, semuanya terekam dalam satu pemandangan, tempat ini sering digambarkan menawarkan pemandangan “kota dan laut bersamaan” yang sulit ditemukan di oreum lainnya. Saat matahari mulai tenggelam, pemandangan ini dikatakan akan menampilkan wajah yang sama sekali berbeda — dan tidak sedikit orang yang sengaja mengatur waktu kunjungan mereka pada sore hari hanya untuk menyaksikan momen tersebut.

🍊 Foto Asli, via GYULI
Puncak Sarabong, Jeju
Puncak Sarabong, Jeju · 사진 · 한국관광공사

Sabong Nakjo, nama yang didapat hanya dari matahari terbenam

Matahari terbenam di Sarabong konon sudah lama disebut dengan namanya sendiri, Sabong Nakjo. Nama tersebut dikatakan menggabungkan kata “Sa” dari Sarabong dengan “nakjo” yang berarti matahari terbenam di sore hari — dan konon juga termasuk dalam Yeongju Sipgyeong, sepuluh pemandangan indah yang mewakili Jeju tempo dulu. Hal ini menunjukkan bahwa matahari terbenam yang terlihat dari Sarabong tidak pernah hanya sekadar “langit yang indah hari ini,” melainkan pemandangan yang cukup memukau hingga diwariskan dari mulut ke mulut dalam kurun waktu yang lama. Saya merasa sangat istimewa bahwa sebuah nama dapat menyimpan begitu banyak sejarah di dalamnya.

Salah satu alasan mengapa Sabong Nakjo dikatakan sangat indah adalah karena matahari terbenam di atas laut. Menyaksikan matahari tenggelam di bawah cakrawala sementara langit dan laut berubah menjadi merah bersama-sama, dengan nyaman dari puncak oreum yang tidak jauh dari pusat kota, dikatakan sebagai salah satu daya tarik unik Sarabong. Selain itu, karena momen tersebut bertepatan dengan waktu lampu-lampu Kota Jeju mulai menyala satu per satu, konon ada momen-momen ketika warna merah langit dan kilau kuning kota dapat terlihat bersamaan. Konon sudah menjadi pemandangan umum melihat orang-orang memasang tripod sejak awal, menunggu untuk mengabadikan momen singkat tersebut.

Warna matahari terbenam mungkin terlihat mirip di mana saja, tetapi pemandangan di mana kota dan laut terbentang bersama di bawahnya adalah sesuatu yang sulit ditemukan di luar Sarabong.

— 🍊 GYULI

Mendengar tentang Sabong Nakjo membuat saya bertanya-tanya apakah orang-orang Jeju zaman dahulu pernah berdiri di tempat yang kurang lebih sama ini, menyaksikan matahari terbenam yang sama ini. Saat ini kita mengangkat kamera ponsel untuk mengabadikannya, tetapi saat itu, orang-orang mungkin hanya menikmatinya dengan mata kepala sendiri dan menyimpannya di dalam hati. Meskipun zaman telah berubah, naluri untuk berhenti dan terdiam di depan matahari terbenam mungkin tidak banyak berubah — dan pemikiran itu membuat pendakian Sarabong terasa sedikit lebih istimewa bagi saya.

BERDASARKAN ANGKASabong NakjoSebutan untuk matahari terbenam di Sarabong, yang konon sudah lama termasuk dalam Yeongju Sipgyeong, sepuluh pemandangan indah yang mewakili Jeju
🍊 Lebih Banyak dari GYULI
Puncak Sarabong, Jeju
Puncak Sarabong, Jeju · 사진 · 한국관광공사

Mengapa tempat ini juga dicintai sebagai rute berjalan kaki

Sarabong konon tidak hanya dicintai karena matahari terbenamnya saja. Jalur landai yang menuju ke puncak juga terkenal sebagai rute berjalan kaki, dan sering dikatakan lebih banyak dikunjungi oleh penduduk sekitar daripada oleh wisatawan. Beberapa orang dikatakan mendakinya dengan santai di pagi hari untuk peregangan, sementara yang lain dikatakan mampir di sore hari setelah seharian bekerja hanya untuk mencari udara segar — dan yang menarik perhatian saya adalah mendengar bahwa, tanpa memandang musim atau waktu, konon selalu ada orang yang berjalan di jalur ini. Memiliki jalur berjalan kaki yang sedekat ini dengan alam tepat di tengah pusat kota tampaknya menjadi bagian kehidupan sehari-hari yang sangat berharga bagi orang-orang yang tinggal di Kota Jeju.

Di dekat puncak berdiri sebuah paviliun yang konon bernama Saradae, dan berhenti sejenak di sana untuk mendinginkan diri sambil menikmati pemandangan dikatakan sebagai kesenangan kecil lainnya dari berjalan kaki di Sarabong. Konon tidak masalah juga jika tidak mendaki sampai ke puncak — berjalan setengah jalan ke atas lereng lalu kembali turun juga bisa — jadi daripada memaksakan pendakian penuh, mungkin akan lebih menyenangkan untuk berjalan santai dengan kecepatan berapa pun yang sesuai dengan perasaanmu hari itu. Sarabong sebagai tempat wisata adalah satu hal, tetapi bagi saya, kisah tentangnya sebagai jalur yang telah dilewati oleh langkah kaki penduduk setempat sekian lama adalah bagian yang lebih membekas di hati saya.

🍊 Foto Lainnya, via GYULI
Puncak Sarabong, Jeju
Puncak Sarabong, Jeju · 사진 · 한국관광공사
Puncak Sarabong, Jeju
Puncak Sarabong, Jeju · 사진 · 한국관광공사
Puncak Sarabong, Jeju
Puncak Sarabong, Jeju · 사진 · 한국관광공사
Puncak Sarabong, Jeju
Puncak Sarabong, Jeju · 사진 · 한국관광공사
Puncak Sarabong, Jeju
Puncak Sarabong, Jeju · 사진 · 한국관광공사
Puncak Sarabong, Jeju
Puncak Sarabong, Jeju · 사진 · 한국관광공사
🍊

Tips GYULI · Untuk menyaksikan Sabong Nakjo dengan sempurna, konon akan sangat membantu jika kamu pergi ke puncak lebih awal dan mencari tempat sebelum matahari mulai terbenam. Waktu matahari terbenam berubah seiring musim, jadi ada baiknya untuk memeriksa jadwalnya terlebih dahulu sebelum kamu pergi.

🍊
Mendaki oreum hanya untuk melihat matahari terbenam — percayalah, perjalananmu nggak akan sia-sia. Begitu kamu melihat Sabong Nakjo sekali saja, kamu pasti bakal berpikir “harusnya aku datang lebih cepat”. Lain kali, GYULI bakal cerita lebih banyak tentang rute berjalan kaki di Sarabong ya!
#Sarabong#Sabong Nakjo#Oreum Kota Jeju#Spot Matahari Terbenam Jeju#Rute Berjalan Kaki Jeju

Lebih banyak dari GYULI

Lainnya →
  1. DestinasiPelabuhan Gueom, Pergilah Saat Matahari Terbenam
  2. Sisi Dalam JejuLadang Garam Batu Bercangkang Kura-kura: Kisah 390 Tahun dari Desa Nelayan Gueom
  3. DestinasiPelabuhan Gimnyeong, Kental dengan Aroma Laut dan Semangat
  4. DestinasiNamanya Terdengar Menyeramkan, Tapi Katanya Justru Seru untuk Dikunjungi
  5. DestinasiDari Jocheon-eup ke Hallim-eup — Yuk Bertemu Dolhareubang Karya Maestro 40 Tahun
  6. DestinasiPelabuhan Geumneung, Ternyata Setenang Ini
  7. DestinasiGeoseun-saemi Oreum: Nama yang Terdengar Asing, Menyimpan Legenda Mata Air yang Mengalir Berlawanan Arus