Pasar Rakyat Lima Harian Sehwa: Datang di Tanggal yang Salah, Pulang dengan Tangan Kosong
yang berakhiran 5 atau 0
Jeju punya beberapa pasar yang hanya buka sekejap pada tanggal-tanggal tertentu, dikenal sebagai pasar lima harian. Salah satunya, Pasar Rakyat Sehwa yang terletak di Haemajihaean-ro 1412, Gujwa-eup, Kota Jeju, sering disebut sebagai tempat untuk menemukan makanan dan hasil bumi lokal khas kawasan Gujwa. Karena letaknya persis di tepi laut, konon pasar ini punya suasana yang berbeda dari pasar lima harian lainnya. Namun, ini bukan pasar yang bisa dikunjungi kapan saja — pasar ini hanya buka pada tanggal-tanggal tertentu, dan itu hal pertama yang perlu diingat. Hari ini, mari kita bahas kapan Pasar Rakyat Sehwa buka, dan apa saja yang konon bisa ditemukan di sana.
Hanya Buka pada Tanggal Berakhiran 5 atau 0
Jadwal pasar lima harian di Jeju konon berbeda-beda tergantung wilayahnya, dan Pasar Rakyat Sehwa sering disebut sebagai pasar perwakilan untuk Gujwa-eup. Ada juga cerita bahwa jadwalnya sengaja diatur agar tidak bertabrakan dengan hari pasar di kecamatan-kecamatan tetangga, jadi bagi wisatawan yang ingin mengunjungi beberapa pasar lima harian di Jeju, menjadikan jadwal Pasar Rakyat Sehwa sebagai patokan untuk merencanakan hari pasar lainnya bisa jadi salah satu caranya.
Sesuai namanya, Pasar Rakyat Sehwa konon adalah pasar yang buka setiap lima hari sekali. Lebih tepatnya, pasar ini buka pada tanggal yang berakhiran 5 atau 0 — yaitu tanggal 5, 10, 15, 20, 25, dan 30 setiap bulan. Pasar-pasar lima harian di Jeju pada umumnya konon bergiliran buka dengan pola seperti ini, dan Pasar Rakyat Sehwa adalah salah satu pasar yang mengikuti ritme yang sama. Berapa kali tepatnya pasar ini buka dalam sebulan bisa sedikit berbeda tergantung jumlah hari di bulan tersebut, jadi jika berencana berkunjung, sebaiknya cek kalender dan pastikan tanggalnya terlebih dahulu.
Bagi wisatawan yang belum familiar dengan format pasar lima harian, mungkin lebih mudah membayangkannya begini: bukan pasar yang buka setiap hari, melainkan tempat di mana para pedagang berkumpul dan membuka lapak hanya pada tanggal tertentu. Jadi kalau ingin memasukkan Pasar Rakyat Sehwa ke dalam itinerary, memastikan “apakah hari ini benar-benar hari pasar” harus jadi hal pertama yang dicek, sebelum rencana lainnya. Saat menyiapkan cerita ini, saya sendiri sampai mengecek ulang perhitungan tanggalnya berkali-kali — begitu pentingnya bagian ini.

Hasil Bumi dan Makanan Lokal Gujwa
Pada hari pasar, Pasar Rakyat Sehwa konon dipenuhi hasil bumi lokal dari sekitar Gujwa-eup. Mulai dari sayuran musiman yang tampak seperti baru dipetik dari ladang, hingga hasil laut segar khas kota pesisir, setiap lapak konon menyajikan potret kehidupan sehari-hari Gujwa pada hari itu. Karena Gujwa-eup juga dikenal sebagai daerah penghasil wortel, makanan berbahan wortel — seperti roti wortel khas Gujwa — konon juga sering muncul di kawasan ini. Namun, lapak mana yang menjual apa bisa sedikit berbeda setiap kali pasar buka, jadi bagian ini sengaja saya sisakan sebagai kejutan yang bisa kamu temukan sendiri saat berkunjung.
Suasana khas pasar lima harian juga konon menjadi salah satu daya tariknya. Berbeda dari supermarket dengan harga pas dan barang tertata rapi, tawar-menawar antara pedagang dan pembeli, atau teriakan yang mengumumkan barang segar yang baru datang hari itu, konon menciptakan suasana khas yang hanya ada di pasar semacam ini. Bagi warga lokal, ini tempat praktis untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, sementara bagi wisatawan, tempat ini sering diperkenalkan sebagai kesempatan untuk melihat lebih dekat ritme kehidupan sehari-hari masyarakat Jeju.
Melihat langsung semaraknya hari pasar memberi kesan tentang ritme kehidupan sehari-hari orang Jeju yang tidak bisa dirasakan di supermarket.
— 🍊 GYULI
Bisa Sepi di Hari Pasar Tidak Buka
Ini bagian yang paling perlu diwaspadai soal Pasar Rakyat Sehwa. Pada hari-hari yang bukan hari pasar, lapak-lapak yang biasanya ramai konon menghilang sepenuhnya, dan suasana khas pasar pun ikut lenyap. Kamu bisa saja hanya menemukan lahan kosong yang sepi. Karena dekat dengan Pantai Sehwa, banyak orang konon mampir sambil lewat — tapi kalau kebetulan hari itu bukan hari pasar, kamu bisa pulang hanya dengan melihat ruang yang sunyi, alih-alih suasana pasar yang diharapkan, dan itu bisa cukup mengecewakan.
Karena itu, kalau berencana memasukkan Pasar Rakyat Sehwa ke dalam rencana perjalanan, ada baiknya membiasakan diri mengecek tanggal sekali lagi sebelum berangkat. Setelah mengingat aturannya — tanggal 5, 10, 15, 20, 25, dan 30 — perhitungannya sendiri tidak sulit, jadi menandai hari pasar di kalender sejak awal saat merencanakan perjalanan bisa jadi salah satu caranya. Dengan pengecekan kecil ini saja, kamu bisa merasakan dua sisi Sehwa-ri yang sama sekali berbeda: keramaian hari pasar, dan ketenangan hari tanpa pasar.
Kalau berkunjung ke Pasar Rakyat Sehwa di hari pasar, sebaiknya datang santai sekitar pertengahan pagi, bukan terlalu pagi atau terlalu sore. Pedagang konon baru saja selesai menata dagangannya saat itu, jadi pilihannya paling lengkap, dan pengunjung juga belum terlalu ramai sehingga lebih nyaman untuk melihat-lihat dengan santai. Sebaliknya, sore hari konon terasa seperti waktu tutup, dengan barang-barang bagus yang sudah banyak terjual, jadi waktu kunjungan juga perlu dipertimbangkan.
Sehwa-ri dikenal punya tempat-tempat menarik lain di dekat pasar, seperti Pantai Sehwa. Kalau merencanakan perjalanan sesuai hari pasar, salah satu saran yang sering disebut adalah menghabiskan pagi hari menjelajahi makanan lokal Gujwa di pasar, lalu pindah ke pantai di sore hari untuk menikmati laut.




Tips GYULI · Pasar Rakyat Sehwa konon hanya buka pada tanggal yang berakhiran 5 atau 0, jadi pastikan mengecek tanggal sebelum berkunjung. Datang di hari bukan hari pasar, kamu mungkin hanya menemukan ruang yang sunyi dan kosong. Kalau berkunjung di hari pasar, bawalah sedikit uang tunai, dan tas belanja atau eco-bag akan memudahkanmu membawa semua yang kamu beli. Kalau membeli hasil bumi segar, sebaiknya mampir lebih awal dalam perjalananmu daripada di akhir, supaya kamu bisa merencanakan cara menyimpannya.