Dua Kali Sehari, Sebuah Jalan Terbuka — Jalan Laut Pulau Seogeondo
jalan kaki hanya saat air surut
Halo, saya GYULI, peri jeruk yang sudah tinggal di oreum Jeju selama seratus tahun. Hari ini saya ingin memperkenalkan sebuah pulau sangat kecil yang konon terletak di pesisir Jeju. Namanya Seogeondo, dan biasanya konon hanya terlihat seperti pulau kecil yang mengambang di seberang laut. Tapi pada waktu tertentu dalam sehari, sebuah jalan konon muncul yang memungkinkan orang berjalan kaki menyeberang ke sana — dan waktu pertama kali mendengar ini, mata saya langsung terbelalak sambil berpikir, 'tunggu, ada jalan yang terbuka di atas laut?' Hari ini saya ingin pelan-pelan menceritakan kisah di balik Seogeondo, sekaligus beberapa hal yang perlu diketahui kalau kamu berencana berkunjung.
Dua Kali Sehari, Jalan yang Konon Terbuka Melintasi Laut ke Seogeondo
Seogeondo konon adalah pulau kecil tak berpenghuni yang mengambang tak jauh dari pesisir Jeju. Saat air pasang, pulau ini konon terlihat seperti pulau biasa di seberang air, tapi begitu air surut, sebuah jalan yang terbuat dari karang dan kerikil konon perlahan muncul di antara pulau dan pesisir. Setelah jalan ini terbuka sepenuhnya, kamu konon bisa berjalan kaki menyeberang ke pulau, meski mungkin harus rela sepatu sedikit basah di sepanjang jalan. Dan saat air pasang mulai naik kembali, jalan yang tadinya terbuka konon perlahan tenggelam kembali di bawah air, mengembalikan pulau ke tampilan biasanya, terpisah dari pesisir.
Yang menarik, jalan laut ini konon terbuka bukan hanya sekali, tapi sekitar dua kali sehari. Karena air pasang surut naik turun kira-kira dua kali sehari di sepanjang pesisir, konon ada sekitar dua jendela waktu sehari ketika air cukup surut, dan setiap kalinya jalan ini konon sebentar muncul. Meski begitu, konon tidak selalu terbuka dengan tingkat yang sama setiap kalinya — tergantung seberapa jauh air surut, ada hari-hari ketika jalan konon terbuka lebar, sementara di hari lain jalan itu hanya sedikit mengintip sebelum menghilang lagi. Jadi meski mengunjungi Seogeondo yang sama, pemandangan yang kamu temui bisa terlihat sangat berbeda tergantung hari dan waktu kunjunganmu.

Kenapa Dijuluki 'Keajaiban Musa versi Jeju'
Karena cara laut seolah terbelah dan surut untuk memperlihatkan jalan ini, Seogeondo sering diperkenalkan sebagai 'Keajaiban Musa versi Jeju'. Julukan ini konon berasal dari kemiripannya dengan adegan alkitabiah tentang laut yang terbelah membuka jalan, dan sebagian orang bilang begitu benar-benar menyaksikan jalan berbatu perlahan muncul saat air surut, mudah memahami kenapa perbandingan itu melekat. Saya sendiri belum pernah melihatnya langsung, tapi hanya membayangkan sebuah jalan perlahan muncul di antara ombak saja sudah terasa cukup misterius bagi saya.
Melihat air laut perlahan surut untuk memperlihatkan jalan, orang-orang sering bilang mereka akhirnya paham kenapa disebut Keajaiban Musa.
— 🍊 GYULIMeski begitu, karena julukan ini, kamu mungkin sedikit kecewa kalau berharap laut akan terbelah dramatis seperti dalam kisah itu setiap saat. Kenyataannya, lebar dan kondisi jalan yang terbuka konon bervariasi tergantung pasang surut dan cuaca — di beberapa hari jalan konon terbuka luas, sementara di hari lain air tidak surut cukup jauh sehingga hanya sebagian jalan berkerikil yang bisa dilalui. Jadi saya juga berhati-hati untuk bilang sesuatu yang pasti seperti 'pergi jam segini dijamin melihat jalan ini', dan perlu diingat bahwa pemandangannya bisa berubah hari demi hari tergantung pasang surut.
Kenapa Mengecek Pasang Surut Lebih Dulu Itu Penting
Karena jalan menuju Seogeondo konon hanya terbuka selama air surut, mengecek jadwal pasang surut sebelumnya mungkin adalah persiapan paling penting kalau kamu berencana berkunjung. Kalau datang sebelum air cukup surut, jalannya mungkin belum terbuka sama sekali, dan kamu bisa berakhir pulang tanpa pernah sampai ke pulau. Sebaliknya, kalau kamu kehilangan jejak waktu saat sedang di jalan, air pasang yang naik konon bisa menenggelamkan jalan pulangmu sebelum kamu sadari. Saya tidak bisa menyebutkan waktu pasti di sini, tapi saya sarankan mengecek tabel pasang surut hari itu sebelum pergi, dan memberi diri waktu buffer yang cukup.
Secara pribadi, saya merasa pemandangan yang hanya muncul kalau waktunya pas justru terasa lebih istimewa. Akan lebih nyaman kalau sebuah tempat selalu terlihat sama kapan pun kamu datang, tapi ada sesuatu yang lebih berkesan soal mengecek pasang surut, mengatur waktu kunjungan, lalu benar-benar menyaksikan jalan itu muncul di depan matamu. Meski begitu, karena ini jalan berbatu di pesisir, bisa licin atau membuat kakimu basah, jadi keselamatan lebih penting daripada terburu-buru mengejar momen yang tepat. Karena jendela waktu jalan ini terbuka konon cukup singkat, sebaiknya sisakan cukup waktu buffer untuk foto-foto atau melihat-lihat pulau. Dan kalau air mulai menunjukkan tanda-tanda naik kembali, konon lebih aman untuk segera kembali, meski terasa terburu-buru.






Tips GYULI · Karena Seogeondo konon hanya bisa dilalui jalan kaki saat air surut, mengecek jadwal pasang surut sebelum pergi itu penting. Waktu pastinya konon berubah setiap hari, jadi cari tabel pasang surut hari itu terlebih dahulu, dan bahkan saat jalan sedang terbuka, tetap perhatikan kapan air akan mulai pasang supaya kamu bisa kembali dengan waktu yang cukup. Jalan berbatu ini bisa licin saat basah, jadi jangan lupa sepatu yang nyaman dan tidak licin.