Destinasi

Dari Woljeongri hingga Jongdalri, Menyusuri Jalan Pantai Sampai Habis

🍊
Editor GYULI
2026-07-31 · 10 menit baca
Panduan Rute GYULI · Drive Pantai Timur Jeju
Dari Woljeongri hingga Jongdalri —
rute menyusuri pesisir zamrud

Kalau ingin benar-benar merasakan pantai timur Jeju, menurut GYULI tidak ada yang mengalahkan berkendara menyusuri jalan pantai. Terutama ruas yang dimulai dari Woljeongri, melewati Sehwa dan Hado, hingga Jongdalri, dikatakan mengikuti garis pantai Gujwa-eup, Kota Jeju, sehingga kamu bisa melihat sekaligus beberapa tempat terkenal di pantai timur Jeju. GYULI pernah memperkenalkan rute yang menghubungkan beberapa oreum sekaligus — kali ini ceritanya bukan tentang gunung, melainkan tentang laut. Daripada menetapkan satu pantai sebagai tujuan, anggap saja ini perjalanan menyusuri jalan pantai, melewati desa demi desa secara berurutan, sambil merasakan pantai timur Jeju secara keseluruhan. Dari laut zamrud, pemandangan kincir angin yang berputar, hingga cerita bahwa Pulau Udo bisa terlihat jauh di kejauhan saat cuaca cerah — semuanya akan GYULI rangkum satu per satu hari ini.

Woljeongri, Awal Rute dengan Laut Zamrud dan Kincir Angin

Woljeongri banyak dipilih sebagai titik awal rute ini. Jalan pantai Woljeongri dikatakan dikenal karena warna lautnya yang jernih, mendekati zamrud, dan juga terkenal karena deretan turbin angin putih, alias kincir angin, di sepanjang pantai. Pasir putih bersih dan laut berwarna zamrud, dengan baling-baling kincir angin yang berputar pelan di belakangnya dalam satu bingkai, adalah pemandangan yang banyak dikenal orang, sehingga banyak yang langsung teringat Woljeongri ketika membicarakan jalan pantai timur Jeju. Deretan kafe juga dikatakan terbentuk di sepanjang pantai, sehingga bagian ini disebut cocok untuk sesekali berhenti sejenak dan menikmati pemandangan laut di tengah perjalanan. Rute yang diperkenalkan hari ini dimulai dari Woljeongri dan menuju selatan menyusuri garis pantai timur — bukan berlama-lama di satu pantai, melainkan perjalanan melewati beberapa desa secara berurutan untuk merasakan pantai timur Jeju secara luas.

BERDASARKAN ANGKA4 DesaJumlah desa pesisir timur Jeju yang dikatakan dihubungkan rute ini, dari Woljeongri hingga Jongdalri

Sehwa dan Hado, Ruas yang Menyusuri Pemandangan Desa Pesisir Jeju

Setelah Woljeongri, jalan ini dikatakan berlanjut ke Sehwa, lalu Hado. Sehwa dan Hado adalah desa yang termasuk dalam wilayah Gujwa-eup, Kota Jeju, dan sering diperkenalkan sebagai daerah tempat budaya menyelam haenyeo bertahan lama di pantai timur Jeju. Berkendara di sepanjang jalan pantai ini, kamu dikatakan bisa menemukan pemandangan desa nelayan yang tenang dan sederhana, berdampingan dengan laut lepas. Jika Woljeongri terasa lebih seperti tempat wisata yang menyatu dengan deretan kafe, banyak yang mengatakan ruas Sehwa dan Hado membuatmu bisa merasakan suasana desa pesisir Jeju yang lebih otentik. Karena jalannya mengikuti garis pantai, tikungan tajam dikatakan lebih sedikit, dan banyak ulasan menyebut bisa berkendara dengan nyaman sambil memandangi laut dari jendela. Daripada berhenti di satu titik tertentu, GYULI menyarankan untuk menikmati perjalanan itu sendiri secara perlahan di ruas ini.

RUTE
Woljeongri · Rute dimulai
Sehwa · Menyusuri jalan pantai
Hado · Menyusuri jalan pantai
Jongdalri · Rute berakhir

Jongdalri, Tempat Rute Berakhir dengan Pemandangan Pulau Udo

Setelah Hado, jalan ini dikatakan sampai ke Jongdalri, titik terakhir rute. Jongdalri terletak di ujung timur Jeju, dan dikatakan berada dekat dengan Seongsan, tempat kapal feri menuju Pulau Udo berangkat. Saat cuaca cerah, Pulau Udo dikatakan bisa terlihat jauh dari pantai Jongdalri. Banyak yang mengatakan momen melihat langsung Pulau Udo di ujung jalan pantai yang dimulai jauh dari Woljeongri adalah puncak dari rute ini. Saat berawan atau berkabut, Pulau Udo mungkin tidak terlihat jelas, jadi bagian ini dikatakan bergantung pada keberuntungan cuaca hari itu.

Momen Pulau Udo muncul di depan mata, di ujung jalan pantai yang dimulai dari Woljeongri — itulah puncak sesungguhnya dari rute ini, menurut GYULI.

— 🍊 GYULI

Rute Ini, Kapan dan Bagaimana Sebaiknya Dijalani

Saat menjalani rute ini, GYULI menyarankan untuk mulai dari Woljeongri lalu menuju selatan dengan urutan Sehwa, Hado, Jongdalri. Berkendara ke arah sebaliknya juga tidak masalah, tapi arah ini dikatakan membuat laut tetap terlihat di jendela sebelah kanan sepanjang perjalanan, sehingga banyak yang mengatakan berkendara jadi lebih menyenangkan. Karena seluruh ruas mengikuti garis pantai, dikatakan ada banyak titik yang cocok untuk berhenti sejenak dan menikmati laut di sepanjang jalan, jadi disarankan untuk tidak terburu-buru. Jika berharap bisa melihat pemandangan Pulau Udo, sebaiknya cek cuaca terlebih dahulu dan berangkat di hari yang cerah; berkendara menjelang matahari terbenam juga dikatakan membuatmu bisa menikmati langit senja sekaligus. Namun, waktu tempuh pastinya atau jarak masing-masing ruas bisa sangat berbeda tergantung kondisi lalu lintas hari itu dan berapa lama kamu berhenti di setiap tempat, jadi lebih baik tidak menyebutkan angka pasti di sini.

🍊 Foto Asli, via GYULI
Jalan Pantai Woljeongri
Jalan Pantai Woljeongri · 사진 · 한국관광공사
Jalan Pantai Jongdalri
Jalan Pantai Jongdalri · 사진 · 한국관광공사
Pantai Jongdalri
Pantai Jongdalri · 사진 · 한국관광공사
🍊

Tips GYULI · Untuk rute ini, berkendara dari Woljeongri menuju Jongdalri — yaitu dari utara ke selatan — disarankan karena laut akan terus terlihat sepanjang perjalanan. Jika berharap bisa melihat Pulau Udo, cek cuaca dan berangkat di hari yang cerah; waktu tempuh atau jarak pastinya bisa berbeda tergantung kondisi hari itu, jadi sebaiknya susun jadwal dengan lebih longgar.

🍊
Berpikir untuk menyusuri jalan pantai dari Woljeongri sampai Jongdalri? Pilih hari yang cerah dan kamu akan melihat Pulau Udo sepanjang jalan — tidak perlu buru-buru, nikmati saja perlahan.
#Woljeongri#Sehwa#Hado#Jongdalri#Drive Pantai Timur Jeju

Lebih banyak dari GYULI

Lainnya →
  1. DestinasiPelabuhan Gueom, Pergilah Saat Matahari Terbenam
  2. Sisi Dalam JejuLadang Garam Batu Bercangkang Kura-kura: Kisah 390 Tahun dari Desa Nelayan Gueom
  3. DestinasiPelabuhan Gimnyeong, Kental dengan Aroma Laut dan Semangat
  4. DestinasiNamanya Terdengar Menyeramkan, Tapi Katanya Justru Seru untuk Dikunjungi
  5. DestinasiDari Jocheon-eup ke Hallim-eup — Yuk Bertemu Dolhareubang Karya Maestro 40 Tahun
  6. DestinasiPelabuhan Geumneung, Ternyata Setenang Ini
  7. DestinasiGeoseun-saemi Oreum: Nama yang Terdengar Asing, Menyimpan Legenda Mata Air yang Mengalir Berlawanan Arus